Posline.co-Jakarta-Pada tanggal 17 April 2025, dalam program Closing Bell di CNBC Indonesia, Shafinaz Nachiar mengundang Kho Lidya Merina, Co Founder & CEO EasyDay Indonesia, untuk membahas tentang inovasi teknologi dalam industri pembalut wanita. Dalam dialog yang menarik ini, mereka membahas bagaimana EasyDay beradaptasi dan berinovasi di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar.
Kho Lidya membuka pembicaraan dengan menjelaskan bahwa pasar pembalut wanita di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan. “Kami menyadari bahwa untuk bertahan, kami harus menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar produk biasa. Inovasi adalah kunci,” ujarnya. Dia menekankan pentingnya memahami kebutuhan konsumen dan bagaimana teknologi dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Shafinaz kemudian menanyakan tentang jenis inovasi yang diterapkan oleh EasyDay. Kho Lidya menjelaskan.
“Kami telah mengembangkan produk dengan teknologi yang lebih canggih, seperti penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan dan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan pengguna.” Dia menambahkan bahwa inovasi ini tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada pengalaman konsumen secara keseluruhan.
Dalam dialog tersebut, Kho Lidya juga berbagi tentang tantangan yang dihadapi dalam menerapkan inovasi. “Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan bahwa semua tim kami memahami visi inovasi ini. Kami harus bekerja sama untuk menciptakan produk yang tidak hanya inovatif tetapi juga dapat diterima oleh pasar,” jelasnya.
Shafinaz menanggapi dengan pertanyaan mengenai bagaimana EasyDay mengukur keberhasilan inovasi yang diterapkan. Kho Lidya menjawab, “Kami menggunakan berbagai metrik, termasuk umpan balik dari konsumen dan analisis penjualan. Kami percaya bahwa mendengarkan suara konsumen adalah hal yang paling penting.”
Kho Lidya juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam industri ini. “Kami sering bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk ahli kesehatan dan lingkungan, untuk memastikan bahwa produk kami tidak hanya inovatif tetapi juga aman dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di akhir dialog, Kho Lidya memberikan pesan kepada para pelaku bisnis lainnya. “Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen. Jika kita bisa melakukan itu, kita akan selalu memiliki tempat di pasar,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Dengan demikian, inovasi teknologi dalam bisnis pembalut wanita bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan langkah strategis yang diperlukan untuk bertahan dan berkembang di pasar yang kompetitif. Dialog antara Shafinaz dan Kho Lidya memberikan wawasan berharga tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berubah.
